Pengumpan RSS

LAPORAN PKL PADA PKM MAMAJANG

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Praktek Klinik PKM merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam mencapai program studi D III Analis Kesehatan yang dilakukan selama satu bulan di PKM Mamajang Jln. Baji Minasa. Waktu pelaksanaan praktek klinik sesuai dengan jadwal akademik pada semester III dan kesepakatan dengan pihak lahan praktek. Praktek klinik dilaksanakan pada tanggal 07 Februari s/d 06 Maret 2011. Dengan perincihan sebagai berikut :
a. Bobot : 2 SKS dilaksanakan di puskesmas selama 4 minggu.
b. Hari praktek : Hari senin – sabtu.
c. Rotasi dinas : Sesuai dengan lahan praktek.
Praktek Klinik PKM dilakukan pada semester III setelah menyelesaikan mata kuliah Kimia Klinik, Parasitologi, Bakteriologi, dan Hematologi yang meliputi pengenalan alat-alat untuk pemeriksaan Hematologi, urinalisis dan pemeriksaan preparat Plasmodium sebagai pengembangan pengetahuan yang telah dimiliki.
B. Tujuan Praktikum
Pengalaman belajar klinik merupakan suatu proses sosialisasi dalam mendapatkan pengalaman nyata untuk mencapai kemampuan profesional meliputi pengetahuan (kognitif), sikaf (afektif) dan keterampilan (psikomotor).
Adapun tujuan dari praktek klinik :
1. Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dari kampus.
2. Untuk mengenalkan bagaimana cara pengaplikasian ilmu secara langsung di lahan.
3. Unutk menambah pemahaman dalam menangani pasien secara langsung.
4. Utuk mencapai kemampuan profesional dalam bentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan.
C. Manfaat Praktek Klinik
Adapun manfaat yang didapat dati praktek klinik yaitu :
1. Dapat megaplikasikan ilmu yang didapat dari kampus.
2. Memperoleh tambahan ilmu.
3. Mendapatkan pengalaman kerja yang lebih nyata dengan bersentuhan langsung dengan pasien.
4. Dapat menambah keterampilan dan memperlancar dalam melaksanakan kegiatan di laboratorium.

BAB II
GAMBARAN UMUM
A. Gambaran umum lokasi praktek

a. Keadaan Geografis
Secara umum lokasi puskesms mamajang terletak di jalan Baji Minasa Makassar. Berada dikecamatan Mamajang yang terdiri atas 13 kelurahan dimana 6 kelurahan berada pada wilayah kerja puskesmas Mamajang yaitu:
1. Kelurahan Mamajang luar
2. Kelurahan Bontobiraeng
3. Kelurahan Labuang baji
4. Kelurahan Mamajang dalam
5. Kelurahan Mandala
6. Kelurahan Maricayya selatan

Dengan luas wilayah kerja 2.712 km2 dengan 22 RW dan 177 RT berada di barat daya Makassar dimana perbatasan dengan :

1. Sebelah utara dengan kecamatan ujung pandang /Makassar
2. Sebelah timur dengan kecamatan Panakukang
3. Sebelah selatan dengan kecamatan Tamalate
4. Sebelah barat dengan kecamatan Mariso.

b. Keadaan Demografis
Jumlah panduduk di wilayah kerja puskesmas mamajang , kecamatan mamajang adalah 25.443 jiwa terdiri dari 12.425 jiwa laki laki dan 13.018 jiwa perempuan dengan jumlah kepala keluarga 3302 KK.

c. Sosial Ekonami
Keadaan sosial ekonomi beragam , terdapat tingkatan ekonomi rendah, menengah dan baik saling berhubungan dan masyarakatnya sebagian menggunakan bahasa indonesia dan Makassar .

d. Keagamaan
Sebagian besar penduduk di wilayah kerja Puskesmas Mamajang , kecamatan Mamajang ,beragama Islam yaitu sebanyak 19.537 jiwa , sebagian beragama kristen yaitu sebanyak 5.229 jiwa dan beragama Budha sebanyak 646 jiwa sedangkan fasilitas ibadah yang terdapat di wilayah kerja puskesmas mamajang yaitu terdapat 14 mesjid dan 4 gareja.

e. Pekerjaan
Pekerjaan penduduk di wilyah kerja puskesmas mamajang , kecamatan mamajang yaitu terdapat 1.960 orang pegawai negri sipil ,1.329 orang pensiunan ,1.207 orang ABRI ,959 orang buruh harian , 932 orang bekerja sebagai pegawai swasta.

f. Pendidikan
Tingkat pendidikan penduduk di wilayah kerja puskesmas mamajang , kecamatan mamajang yaitu terdapat 415 orang yang belum sekolah , 426 orang di TK, 4868 orang di SLTP, 6.494 orang yang SMA , 6.972 orang pengurus tinggi dan tidak sekolah 820 orang. Fasilitas pendidikan di wilayah kerja Puskesmas Mamajang Kecamatan Mamajang yaitu terdapat 6 TK , 13 SD , 4 SMA , 4 Akademi dan 1 Fakultas yang digunakan dalam proses belejar mengajar .

g. Sarana Kesehatan
Sarana kesehatan yang terdapat di wilayah kerja Puskesmas Mamajang Kecamatan Mamajang terdapat 1 Rumah Sakit bersalin , 1 BPS, 8 apotik dan terdapat posyandu sebanyak 20 unit . Memiliki tenaga kesehatan dokter , paramedis , apoteker, dan kader.

B. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang yang terdapat di puskesmas mamajang terdiri atas kamar kartu, ruang kepala puskesmas , poli gigi, KIA, kantin, poli umum , tata usaha, kamar obat, LAB dan UGD ,lantai II kantor serta sebuah jamban.

K. Kartu
R. Kep. Puskesmas

Poli Gigi
KIA

Kantin

Poli Umum
R.Tata Usaha

K.Obat

LAB & UGD
Lantai II Kantor

Jamban

BAB III
PROSEDUR PEMERIKSAAN

Adapun prosedur pemeriksaan di laboratorium sebagai berikut :
• PEMERIKSAAN HEMATOLOGI
Jenis pemeriksaan hematologi :
a. Hemoglobin Metode Sahli
b. Menghitung Trombosit Manual
c. Penetapan golongan darah
d. Pemeriksaan Widal
a. Pemeriksaan Kadar Hemoglobin:
• Metode Sahli
• Tujuan
Untuk megetahui kadar Hb dalam darah.
• Prinsip
Hemoglobin dalam darah di ubah menjadi asam hematin yang berwarna coklat tua,warnah yang telah disesuaikan dengan standar secara visual .menunjukan kadar hemoglobin yang dibaca pada skala dinyatakan dalam garam parsen.
• Prosedur
• Pra Analitik
a. Persiapan pasien
Tidak ada persiapan khusus
b. Persiapan sampel
Darah kapiler
c. Alat
- Haemometer sahli
- Kapas alkohol
- Botol semprot
- Piepet tetes
- Lanset
- Autoklik
d. Bahan
- HCL 0,1N
- Darah kapiler
- Aquadest
• Analitik
a. Cara kerja
1. Menyiapka alat dan bahan yang akan dipakai.
2. Memasukkan HCl 0,1 n ke dalam tabung pengencer hemometer sampai tanda 2.
3. Membersihkan ujung jari yang akan diambil darahnya dengan kapas alkohol.
4. Memegang bagian yang akan ditusuk lalu tusuk dengan lanset steril.
5. Memasukkan darah dalam pipet dengan cara pipet disimpan dibawah aliran darah sehingga darahnya langsung masuk tnpa dihisap. Darah diambil sampai tanda 20 ul.
6. Segera alirkan darah ke dalam tabung pengencer yang berisi HCl dan tunggu sampai membentuk asam hematin.
7. Menambahkan air setetes demi setetes sambil diaduk sampai warna menyamai dengan standar. Membaca hasilnya dan dinyatakan dalam gr %.
b. Nilai rujuk
1. Nilai normal HB Perempuan 12 – 14 gr% dan Laki – laki 14 – 16 gr%.
• Pasca analitik
a. Mencatat hasil dibuku arsip.
b. Mencatat hasil diformulir, hasil kemudian ditandatangani penanggung jawab laboratorium.
b. Menghitung jumlah trombosit
• Metode Rees Ecker
• Tujuan
Untuk evaluasi produksi trombosit, mengetahui efek kemoterapi atau radiasi terhdap produksi trombosit ,diagnosis atau monitor trombopsitosis dan trombsitopenia, konfirmasi estimasi jumlah dan morfologi trombosit pada sediaan apus.
• Prinsip
Dalam menghitung trombosit digunakan pipet Hb apabila menggunakan Lar. Amonium Oksalat karena lebih telitih. Tetapi kalau Lar. Rees Ecker tetap menggunakan pipet Eritrosit. Pencampuran dilakukan dalam tabung dengan memipet Lar. Amonium Oksalat/Lar. Rees Ecker dengan pipet skala sebanyak 0,5 ml. Pada perhitungan trombosit dengan Lar. Amonium Oksalat dihitung pada lima kolom Eritrosit dikali 13.000, dan apabila trombositnya terlalu banayak hanya dihitung satu kolom saja lalu dikali lima kemudian dikali 13.000.
• Prosedur
• Pra Analitik
a. Persiapan pasien
Tidak ada persiapan khusus
b. Persiapan sampel
Darah vena
c. Alat dan bahan
1. K.H.Improved Neubaer
2. Pipet eritrosit
3. Mikroskop
4. Larutan Rees Ecker

• Analitik
a. Cara Kerja
1. Mengisap cairan Rees Ecker kedalam pipet eritrosit sampai garis tanda1 dan buang lagi cairan itu.
2. Mengisap darah sampai garis tanda 0,5 dan cairan Rees Ecker sampai garis tanda 101,segerahlah kocok selama tiga menit.
3. Meneruskan tindakan tindakan seperti untuk menghitung eritrosit dalam kamar hitung.
4. Membiarkan kamar hitung yang telah disi dengan sikap datar dalam cawan petri yang tertutup selama 10 menit agar trombosit mengendap.
5. Menghitung semua trombosit dalam seluruh bidang besar ditengah tengah (1mm2) memakai lensa bjektif besar.
6. Jumlah itu dikali 2000 menghasilkan jumlah trombosit per ul darah.
b. Nilai rujuk
150.000-400.000/mm3.
• Pasca analitik
a. Mencatat hasil dibuku arsip.
b. Mencatat hasil diformulir ,hasil kemudian ditanda tangani penanggung jawab laboratorium.
c. Pemeriksaan Golongan darah
• Metode Plat
• Tujuan
Untuk mengetahui golongan darah pada pasien.
• Prinsip
Adanya anti bodi yang terdapat dalam sampel darah akan bereaksi dengan anti gen yang terdapat pada serum sehingga terjadi aglutinasi.
• Prosedur
• Pra Analitik
a. Persiapan pasien
Tidak ada persiapan khusus
b. Persiapan sampel
Darah kapiler
c. Alat dan Bahan
1. Objek gelas
2. Auto klik
3. Lanset
4. Serum anti A ,B dan O
• Analitik
a. Cara Kerja
1. Meneteskan 1 tetes serum anti A di sebelah kiri, 1 tetes serum anti B di tengah dan 1 tetes anti AB di sebelah kanan pada objek glass.
2. Melakukan fungsi kapiler dan ambil darahnya dengan mengunakan ujung objek gelas dan campur.
3. Menggoyangkan objek gelas dengan membuat gerakan lingkaran.
4. Memperhatikan adanya aglutinasi dengan mata belaka.

b. Interpretasi hasil.

Anti –A Anti –B Anti -AB Gol.Darah
- - - O
+ - + A
– + + B
+ + + AB

• Pasca Analitik
a. Mencatat hasil dibuku arsip
b. Mencatat hasil diformulir, hasil kemudian ditanda tangani penanggung jawab laboratorim.

c. Pemeriksaan Widal
• Metode Tabung
• Tujuan
Untuk Membantu mendiagnosa Tifes
• Prinsip
Adanya anti bodi salmonela pada sampel penderita akan bereaksi dengan antigen yang terdapat pada reagent widal sehingga menyebabkan reagent aglutinasi.
• Prosedur
• Pra Analitik
a. Persiapan pasien
Tidak ada persiapan khusus
b. Persiapan sampel
Darah vena
c. Alat dan Bahan
1. Centrifuge
2. Spoit
3. Kapas alkohol
4. Plat widal
5. Antigen O dan H
• Analitik
a. Cara kerja
1. Mengambil darah vena sebanyak 3 cc
2. Darah yang telah diambil dimasukan dalam tabung reaksi kemudian disentrifuge hingga plasma terpisah dengan serum.
3. Meneteskan antigen salmonela O dan H masing masing dua tetes pada plat
4. Menambahkan masing masing satu tetes serum diatas antigen yang telah ada pada plat.
5. Mencampurkan masing masing serum dengan antigenya dengan ujung pengaduk lalu goyang goyangkan.
6. Tepat 1 menit kemudian amati reaksi aglutinasi pada masing masing bagian.
7. Pernyataan hasil dengan kelipatan 2 seperti 1/40, 1/80, 1/160, dan 1/360.
8. Melapor dan catat hasilnya.
b. Nilai rujuk
• Pasca analitik.
a. Mencatat hasil dibuku arsip
b. Mencatat hasil diformulir, hasil kemudian ditandatangani penanggung jawab laboratorium.
d. Pemeriksaan Urin
Jenis pemeriksaan urine:
a. Pemeriksaan Reduksi urine
b. Pemeriksaan Sediman urine
c. Pemeriksaan Bilirubin uirne
d. Pemeriksaan Urobilin urine
 Pemeriksaan Reduksi
• Metode Benedict
• Tujuan
Menentukan ada atau tidaknya gula (glukosa) dalam urine dengan dasar reaksi reduksi.
• Prinsip
Glukosa urin akan mereduksi garam kompleksdari ragent benedict atau fehling (ion cupri di reduksi jadi cupra) dan mengendap dalam bentuk CuO dan Cu2O berwarna kuning hingga merah bata.
• Prosedur
• Pra Analitik
a. Persiapan Pasien
Menyuruh pasien memasukan urin dalam pot atau wadah yang telah disiapkan .
b. Persiapan Sampel Urin
c. Alat dan Bahan
1. Tabung reaksi
2. Rak tabung
3. Penjepit tabung
4. Pipet 5 ml
5. Pembakar spiritus
6. Urin
7. Benedict
• Analitik
a. Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Memasukanlah 5 ml reagens Benedict ke dalam tabung reaksi.
3. Meneteskan 5 – 8 tetes (jangan lebih) urin ke dalam tabung itu.
4. Tabung yang telah berisi urin dipanaskan pada pembakar spiritus sambil digoyang goyangkan
5. Membaca hasilnya
b. Hasil
1. Negatif (-) tetap biru jernih , adalah urine normal
2. Plus Minus( +/- ) berwarna hijau tanpa endapan
3. Positif (+) berwarna hijau dengan endapan kuning.
4. Positif ( ++) Endapan kuning banyak
5. Positif ( +++ )berwarna orange dengan endapan kuning.
6. Positif (++++) berwarna merah bata.
• Pasca Analitik.
a. Mencatat hasil di buku arsip
b. Mencatat hasil di formulir ,hasil kemudian di tandatangani oleh penanggung jawab laboratorium.

 Pemeriksaan sedimen urin
• Tujuan
Untuk memeriksa keadaan dari sedimen urin guna menambah data laboratorium diagnosa suatu penyakit.
• Prosedur
• Pra Analitik
a. Persiapan pasien
Meminta pasien untuk memasukan urin dalam pot atau wadah yang telah disediakan.
b. Persiapan sampel Urin
c. Alat dan Bahan
1. Centrifuge
2. Tabung centrifuge
3. Objek glass
4. Deck glass
5. Erlenmeyer
6. Mikroskop
7. Urine
• Analitik
a. Cara Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
2. Memindahkan urine dari botol pengambilan ke erlenmeyer 300 ml kemudian di homogenkan.
3. Mengisi urine pada tabung centrifuge dan dipusing selama 5 menit dengan kecepatan 1500-2000 rpm.
4. Supernatan urine dibuang seluruhnya hanya disisakan endapan urine pada dasar tabung.
5. Endapan urine diteteskan pada objek glass yang telah dibersihkan kemudian ditutup dengan dick glass.
6. Mengamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 10x

b. Hasil
Eritrosit
- Bentuk sempurna
- Tampak bulat sedikit kekuning kuningan dengan gelap
- Tampak pinggirnya bergerigi
- Bentuk bulat
Leukosit
- Bentuk sempurna
- Terjadi perubahan bentuk
- Nanah , leukosit
Sel ragi
- Sel ragi biasa ditemukan dalam urine yang mengandung glukosa.
Trichomonas
- Biasa di temukan pada bahan atau sampel urine segar dari wanita.
Spermatozoa
- Ditemukan pada urine dari laki laki
Sel epitel
- Berasal dari ureter atau vagina pada wanita
Silinder
- Silinder hialin biasa ditemukan pada pasien normal.
Parasit dari telur cacing atau larva
- Telur dari chystosoma ditemukan
- Mikrofilaria
Kristal kristal organik
c. Nilai rujuk
- Eritrosit 0 -1
- Lekosit 0 -1 dan,
- Epitel sel ( + )

• Pasca Analitik
a. Mencatat hasil di buku arsip
b. Mencatat hasil di formulir hasil kemudian di tanda tangani oleh penanggunga jawab laboratorium.
 Pemeriksaan Bilirubin
• Metode Percobaan Horison
• Tujuan
Untuk menentukan adanya atau tidaknya bilirubin dalam urine guna menambah data diagnosa suatu penyakit.
• Prinsip
Bilirubin yang ada dalam urine di pekatkan dipekatkan di atas kertas saring dengan jalan mempresipitatkan fosfat fosfat yang ada di dalam urine memakai barium clorida dan bilirubin melekat pada presipitat itu.Bilirubin yang telah di kumpulkan itu di oksidasi menjadi biliverdin yang hijau dengan reagens Fouchet .
• Prosedur
• Pra Analitik
a. Persiapan pasien
Meminta pasien memasukan urinenya dalam pot atau wadah yang telah disediakan.
b. Persiapan sampel
Urine
c. Alat dan Bahan
1. Tabung reaksi
2. Corong
3. Pipet tetes
4. Kertas saring
5. Urine
6. Barium Clorida 10 %
7. Fouchet

• Analitik
a. Cara kerja
1. 5 ml urine yang lebih dulu dikocok dimasukan ke dalam tabung reaksi.
2. Menambahkan 5 ml larutan barium klorida 10 % ; campur dan saringlah .
3. Kertas saring yang berisi presipitat diangkat dari corong , dibuka lipatannya dan dataruh mendatar diatas corong itu. Dibiarkan beberapa lama sampai kering .
4. Diteteskan 2 -3 tetes reagaent fouchet ke atas presipitat di atas kertas saring itu.
5. Timbulnya warna hijau menandakan adanya bilirubin.
b. Nilai Rujuk
- Hasil ( + ) bila adanya warna hijau
• Pasca Analitik
a. Mencatat hasil di buku arsip
b. Mencatat hasil di formulir hasil kemudian di tanda tangani oleh pananggung jawab laboratorium.
 Pemeriksaan urobilin
• Metode Schlesinger
• Tujuan
Menentukan ada tidaknya urobilin dalam urine bahan guna mendiagnosa suatu penyakit.
• Prinsip
• Dalam urine yang tidak ada fluoresensi tambahkan 2 sampai 4 tetes laruton lugol di biarkan beberapa menit kemudian kemudian ditambahkan 5 ml reagens schlesinger dicampur dan disaring.
• Prosedur
• Pra Analitik
a. Persiapan pasien
Tidak ada persiapan khusus
b. Persiapan sampel Urine
c. Alat dan Bahan.
1. Tabung reaksi
2. Corong
3. Kertas saring
4. Urine
5. Larutan jenuh Zink asetat dalam alkohol 96%
6. Larutan yodium 1 % dalam alkohol.
• Analitik
a. Cara kerja
1. Memasukkan 5 ml ke dalam tabung reaksi dan diperhatikan apakah ada fluoresensi.
2. Kalau ada fluoresensi , maka urine itu tidak dapat dipakai untuk test urobilin ,karena akan menjadikan hasil test positif palsu .
3. Kalau tidak ada fluresensi , ditambahkan 2 – 4 tetes larutan lugol , diampurkan dan dibiarkan selama 5 menit atau lebih.
4. Ditambahkan 5 ml reagens schlesinger , dicampur dan kemudian disaring.
5. Memeriksa adanya fluoresensi dalam filtrat ; diuji dengan cahaya matahari berpantul dengan latar belakang yang hitam.
6. Adanya fluoresensi hijau menandakan hasil positif yang dapat dinilai sebagai + atau + +.
b. Nilai rujuk Pembacaan
1. Reaksi ( – ) bila tidak terjadi apa apa.
2. Reaksi ( + ) bila tampak fluoresensi hijau diikuti warnah yang lemah pada cairan.
3. Reaksi ( + + ) bila tampak fluoresensi hijau diikuti warnah merah muda.
4. Reaksi ( + + + ) bila tampak fluoresensi hijau merah mudah tampak jelas sekali.
• Pasca Analitik
a. Mencatat hasil dibuku arsip
b. Mencatat hasil di formulir hasil kemudian di tanda tangani penanggung jawab laboratorium.
 Pemeriksaan Bakteriologi
Pemeriksaan bakteriologi terdiri dari :
a. Pemeriksaan sputum
• Tujuan
Untuk melihat Mykrobakterium Tubercolosis
• Prinsip
Pada pemeriksaan atau pawarnaan Zn ini, Preparat bakreri yang telah difiksasi. Kemudian diwarnai dengan karbol fucsin yang dengan bantuan pemanasan akan membuka pori bakteri dan melekatkan cat pada tubuh bakteri tahan asam (BTA) .Pewarnaan berikutnya di lakukan dengan metylen blue .Akan memberi warna strain BTA.
• Prosedur
• Pra Analitik
a. Persiapan pasien
Meminta pasien tampung sputumnya pada wadah yang telah disiapkan.
b. Persiapan sampel
Sputum
c. Alat dan Bahan
- Alat
1. Rak sediaan
2. Pinset
3. Lampu spiritus
4. Stopwatch
5. Kaca objek
6. Ose
7. Mikroskop dan minyak emersi
- Bahan
Sputum
- Reagen
1. Karbol Fuksin
2. Larutan peluntur ( HCl alkohol 3%)
3. Aqudest
4. Metylen blue.
• Analitik
a. Cara Kerja
Pembuatan preparat
1. Memanaskan ujung ose sampai pijar.
2. Membuat sediaan dengan mengambil sampel dengan menggunakan ose/tusuk sate lalu dioleskan pada objek gelas dengan bentuk bundar 2-3 cm.
3. Difiksasi preparat di atas api. Dan dicelupkan ose pada desinfektan lalu dibakar ose sampai pijar.
Pewarnaan preparat
1. Difiksasi prefarat terlebih dahulu.
2. Ditetesi dengan lar. Carbol Fuchsin sampai menutupi semua permukaan sediaan lalu dipanasi jangan sampai mendidih. Didiamkan sampai 15 menit.
3. Dibilas dengan aquadest.
4. Membuang zat warna dengan lar. Asam Alkohol selama 3 menit.
5. Dibilas dengan aguadest.
6. Ditetesi dengan lar. Methilen Blue selama 1 menit.
7. Dibilas dengan aquadest.
8. Diteliti di bawah mikroskop dengan perbesaran lensa objektif 100.
9. Pernyataan hasil dengan adanya bakteri bentuk basil warna merah.
b. Hasil
- Hasil ( + ) adanya bakteri bentuk basil berwarna merah.

• Pasca Analitik
a. Mencatat hasil di buku arsip
b. Mencatat hasil di formulir hasil kemudian di tanda tangani oleh penanggung jawab laboratorium.

BAB IV
PEMBAHASAN

Pada Praktikum di kampus metode yang digunakan berbeda dengan yang digunakan pada PKM Mamajang. Pada Praktikum di kampus yang diutamakan adalah ketepatan tetapi pada PKM yang diutamakan adalah kecepatan dalam mengolah sampel dan juga mengutamakan ketepatan dalam memberi hasil yang akurat kepada pasien.
Pada Pemeriksaan Malaria (DDR), dikampus menggunakan Aquadest untuk menghemolisis apusan darah tebal selama 1 – 2 menit sebelum dilakukan pewarnaan menggunakan giemsa dan apusan darah tipisnya difiksasi dengan methanol sedangkan pada PKM tidak menghemolisis terlebih dahulu dengan aquadest sebelum diwarnai tetapi langsung mewarnai apusan darah tadi dengan giemsa yang sebelumnya sudah di encerkan dengan menambahkan aquadest yaitu pengenceran 3% (Aquadest 9,7 ml dan giemsa 0,3 ml) dan apusan tipisnya tetap difiksasi dengan methanol, jadi lebih menghemat waktu.
Pemeriksaan-pemeriksaan yang lain seperti Hb,Albumin,Tes golongan darah,LED,Leukosit, Trombosit dan lain-lain semuanya tidak berbeda dengan yang diajarkan dikampus. Adapun pemeriksaan widal, Pemeriksaan Kehamilan (Plano test), Pemeriksaan Anti dengue IgG/IgM belum sempat diajarkan dikampus karena adanya keterbatasan waktu.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Puskesmas Mamajang sebagai salah satu unit pelayanan kesehatan tingkat pertama dan telah berupaya melaksanakan 18 program kesehatan. Beberapa program rutin seperti KIA, KB, Gizi, Imunisasi, Kesling, P2M, PHN, UKS, Kesehatan .Jiwa, Kesehatan Mata, Kesehatan Khusus, Kesehatan Kerja, Kesehatan Manula, Pengobatan & Pemberdayaan, PKM, Pustu, Puskel, Rawat Inap, Pengobatan Rawat Jalan. Pengukuran pencapaian hasil dapat dengan mudah diperoleh dengan adanya target yang telah ditetapkan dari Dinas Kesehatan Masyarakat, Tapi untuk program lainnya kelihatannya agak rumit sehingga dalam pencapaian evaluasi lebih banyak menggunakan pembanding dengan hasil tahun lalu. Hal ini untuk mengukur keberhasilan suatu program tanpa target tertentu sangat sulit penilaiannya.
Walaupun beberapa program dapat diukur melalui stratifikasi yang diubah menjadi kinerja tetapi perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan evaluasi laporan tahunan dan sudah saatnya difikirkan suatu target khusus dalam setiap program sehingga lebih memudahkan dalam peningkatan hasil kerja dalam setiap program.
Demikian pula hanya dengan program manula perlu perbaikan dan penataan pelaksanaan program.

B. Saran
1. Perlu dibentuk tim perumus program dengan tujuan untuk mengevaluasi kemajuan pelaksanaan program tersebut.
2. Peningkatan dan mutu wawasan serta keterampilan dari setiap petugas sesuai dengan programnya masing-masing.
3. Perlu motivasi pada petugas setiap program dalam bentuk pertemuan rutin dari masing-masing unit penanggung jawab program.
4. Laporan rutin baik mingguan, bulanan maupun triwulan sebaiknya selalu mendapat tanggapan dari tingkat atas tidak hanya dalam bentuk umpan balik tetapi juga dalam bentuk teguran tertulis bila terjadi kekeliruan dalam pencatatan dan pelaporan.
5. Laporan tahunan Puskesmas sebaiknya dievaluasi oleh tim khusus dari Dinas Kesehatan ( Tim Evaluasi Laporan Tahunan ) dan memberikan tanggapan setiap hasil program yang disajikan pada laporan tahunan tersebut.
6. Penambahan Tenaga Bidan (dengan adanya yang mau pensiun)
7. Perlu adanya tenaga komputer yang tetap.
8. Karyawan / Karyawati yang telah mengikuti pelatihan / pembinaan di sosialisasikan kekaryawan lainnya.

DAFTAR PUSTAKA
- Gandasubrata R. Penuntun Laboratorium Klinik.Cet.14 Dian Rakyat Jakarta.2008
- Petunjuk Laboratorium Puskesmas. Jakarta.Departement Kesehatan RI.1991
- Israwati,S.Si dan Istiqamah,S.Sit. Penuntun Praktikum Bakteriologi. 2011

About these ads

Tentang pascal karlos

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu. Jangan sese

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: